Postingan

Memahami Cara Kerja Politik Devide et Impera

Gambar
Belakangan ini, sangat kentara terlihat ada upaya rekayasa politik devide et impera di negeri ini. Kasus Banser NU, lalu dibalas oleh FPI dan Kokam Muhammadiyah. Kekuasaan agaknya tengah menggunakan tangan rakyat di grassroot untuk menghabisi lawan politiknya. Penguasa tidak ingin kasus kekalahan politik sebelumnya terjadi kembali di masa yang akan datang. Untuk itu, kekuasaan mencekal para ulama dan tokoh umat yang merugikan kepentingan politiknya. Namun bukan dengan tangan negara, melainkan tangan rakyat jelata. Inilah yang dinamakan rekayasa politik devide et Impera.

4 Langkah Usamah bin Zaid Tampil Menjadi Pemuda Kebanggaan Nabi

Gambar
Peradaban terus bergulir begitu cepat. Generasi demi generasi terus berganti. Saatnya generasi muda tampil. Sebab yang tua lambat laun akan musnah dimakan usia.  Usamah bin Zaid telah memberi contoh bagaimana gaya perjuangan seorang pemuda dalam membela Islam. Berikut penjelasannya. Pertama, Usamah bin Zaid membekali diri dengan ilmu pengetahuan. Sebagaimana diketahui, Usamah selalu bersama Rasulullah shallahu'alaihi wasallam sejak kecil. Usamah memiliki hubungan yang erat dengan nabi, sebab kedua orangtuanya sangat dekat sekali dengan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. Hasilnya, Usamah menjadi pribadi muda yang dicintai dan dibanggakan oleh Nabi dan para sahabatnya.

SIBUK DENGAN KEGIATAN POSITIF

Gambar
“Kami dahulu berada di negeri Mesir selama tujuh bulan dan belum pernah sempat merasakan kuah daging. Siang kami gunakan untuk keliling menuntut ilmu ke majelis para ulama, dan malam harinya untuk pertemuan dan mencatat.  Ketika kami datang ke seorang ulama kami dikabari bahwa dia sakit, maka kami kembali dan kami temukan di jalan ada ikan dijual maka kami membelinya. Dan kami bertiga sampailah di rumah, namun kami sadari jadwal majelis berikutnya telah tiba, maka kami segera pergi tanpa sempat menyantap ikan tersebut. Demikian berlangsung tiga hari sehingga kami tidak sempat memberikan ikan ini kepada yang bisa membakarnya. Kemudian kami memakan ikan tersebut setelah tiga hari dalam keadaan sudah tidak baik kondisinya. (Ibnu Abi Hatim rahimahullah ) Ternyata, dalam urusan semangat mencari ilmu, generasi saat ini jauh di bawah para ulama Islam terdahulu. Dari waktu ke waktu mereka habiskan untuk belajar dan belajar. Mereka tidak sempat untuk menikmati lezatnya kuah daging. Ba...

PEMBUATAN KARIKATUR NABI; KEBEBASAN PERS ATAU KEBEBASAN MENGHINA?

Gambar
Pagi itu, 30 September 2005, surat kabar terbesar di Denmark, Jyllands-Posten, memuat sebuah karikatur yang menggemparkan dunia. Pasalnya, yang ditampilkan bukan karikatur biasa. Karikatur goresan Kurt Westergaard itu membuat sketsa gambar yang direpresentasikan sebagai sosok Nabi Muhammad Saw. Mereka menampilkan 12 gambar kartun, salah satunya digambarkan sosok bersorban dengan memanggul bom di kepalanya. Mereka bermaksud mengilustrasikan bahwa Nabi Muhammad Saw. adalah seorang teroris. Pada kartun lain, Nabi digambarkan sedang berteriak kepada sejumlah orang, “Berhenti, kita sudah kehabisan perawan!”  Sungguh keterlaluan, marah, emosi, itulah respon yang diekspresikan kaum Muslim di seluruh dunia. Betapa tidak, Nabi Muhammad Saw. adalah rasul Allah, kekasih Allah, dan panutan bagi umat Islam dihinakan semacam itu. Kecintaan orang Islam kepada sang rasul terakhir itu melebihi kecintaan kepada diri sendiri. Wajar saja jika hal tersebut menyulut kemarahan kaum Muslim seanter...

DISKRIMINASI JILBAB DI DUNIA BARAT

Gambar
Suatu hari, Otoritas bandara Prancis memaksa seorang muslimah mencopot jilbab mereka ketika hendak naik pesawat. Kebijakan itu segera memicu kemarahan komunitas muslim. “Umur saya 65 tahun, apakah ada sesuatu di balik jilbab perempuan tua ini,” papar Narin Yuksel, salah seorang korban kebijakan diskriminatif tersebut saat berada di bandara Atlantique, Nantes, seperti dikutip onislam.net, Ahad 1 Juli 2012. Narin mengatakan pihak bandara tidak mengizinkannya naik pesawat bila ia tidak melepas jilbab. Permasalahan itu mengemuka ketika otoritas keamanan bandara (SGA) menerapkan kebijakan kolektif menjurus Islamofobia di Prancis (CCIF) di Bandara Atlantique, Nantes. Kebijakan itu mewajibkan muslimah melepas jilbab sebelum memasuki proses pemindaian tubuh dan barang-barang bawaan. Dunia Barat kerap kali mencap umat Islam tidak toleran dengan pemeluk agama lain. Padahal kenyataan sesungguhnya, terjadi intoleransi luar biasa di masyarakat Barat. Kasus terakhir adalah larangan b...

IBADAH QURBAN; MEWARISI KETAATAN NABI IBRAHIM AS

Gambar
Ha ri Raya ‘Idul Adha 1433 H akan segera tiba. Hari itu membuat kita mengenang perjuangan Nabi Ibrahim AS. Beliau mengalami berbagai ujian keimanan yang sangat berat. Beliau tak gentar menghadapi Raja arogan bernama Namrud dan pengikutnya yang mengabdi kepada selain Allah SWT. Beliau diancam oleh penguasa itu akan dibakar hidup-hidup. Sampai kayu-kayu bakar telah bertumpuk dan mengitari beliau, lalu bara api itu telah dinyalakan, keimanannya tak goyah sedikit pun. Gejolak api yang membara itu tidak dapat membakar kulit sang kekasih Allah itu. Sebaliknya, api itu ditundukkan oleh Allah SWT menjadi dingin tak terasa panas sedikit pun. Ujian berat selanjutnya adalah ketika beliau diperintahkan Allah SWT untuk mengorbankan anak kesayangannya sendiri, yaitu Nabi Ismail AS. Karena kadar keimanan yang teguh dan begitu kuat, beliau ikhlaskan anaknya itu. Rasa cintaNya kepada Allah SWT melebihi apapun, bahkan melebihi kasih sayang kepada anak kandungnya sendiri. Kisah indah ini diabadika...

‘THE GRAND DAME’ DARI BUMI ACEH

Gambar
Malam itu begitu hening. Mayat-mayat bergelimpangan di bumi Kesultanan Aceh. Bau anyir pun tercium sangat menyengat. Sejenak Laksamana Malahayati menatap wajah suaminya untuk yang terakhir kalinya. Ada senyum tipis di bibirnya. Dia mengusap goresan-goresan luka di pipi suaminya itu. Matanya sembab. Berkaca-kaca memilukan. Dendam kesumat bergemuruh hebat di dadanya. Sementara para wanita lainnya berlarian untuk mencari jasad suami masing-masing. Seketika suara tangisan pun memecah kesunyian. Memekik keras hingga mengangkasa. Malahayati terduduk lemas. Kepalanya tertunduk penuh kesedihan. Bulir air bening menetes pelan hingga jatuh di atas kening mayat suaminya itu. Air mata itu telah bercampur dengan lumuran darah. Ini adalah saatnya pembalasan.” Gumam Malahayati dari sanubarinya yang terdalam. Perlahan ia angkat kepalanya. Ia pun berdiri tegap lalu berteriak, “Hey, para Inong Balee. Malam ini menangislah sejadi-jadinya. Esok, penjajah kape itu kita hancurkan sehancur-hancurnya...