Jumlah buku sangat banyak. Tidak mungkin seluruh buku yang ada di jagad raya ini kita baca semua. Sebab kemampuan tenaga dan waktu kita terbatas. Untuk itu, harus ada skala prioritas bacaan. Buku mana yang harus dibaca terlebih dahulu. Dr. Raghib Assirjani, dalam bukunya berjudul “Alqira’ah Manhajul Hayah” sudah memberikan panduan, bagaimana seharusnya menentukan prioritas bacaan buku. Beliau merumuskan 10 bacaan utama bagi seorang Muslim berikut ini. Pertama, bacalah Al-Qur’an Al-Karim. Seorang ulama pernah berkata, “Wajib bagi seorang Muslim untuk bersungguh-sungguh dalam mengkhatamkan Al Qur’an sebulan sekali atau kurang dari satu bulan.” Kedua, bacalah Hadits Nabi. Bagi seorang Muslim, hadits merupakan sumber hukum yang kedua setelah Al-Qur’an. Mungkin banyak di antara kita yang giat membaca Al-Qur’an. Namun sangat sedikit sekali dari umat Islam yang secara rutin membaca hadits Nabi. Padahal di dalamnya terdapat faidah yang besar. Kata Dr. Raghib Assirjani, kita dapat ...
Jejak-jejak telapak kaki itu membekas di pesisir pantai Nusa Laut Maluku. Seorang anak perempuan tengah berlari dengan riang gembira. Rambutnya terurai panjang dengan ikat merah di kepalanya. Namanya Martha Christina Tiahahu. Senyum mengembang di bibirnya. Dia berlari semakin mendekat lalu berhasil memeluk sang ayah, Kapitan Paulus Tiahahu, yang baru saja kembali dari perjalanannya. Dia sangat senang dan bangga mempunyai ayah sepertinya, seorang pejuang tangguh yang gagah berani dalam melawan kekejaman kolonial Belanda pada tahun 1800-an. Martha Christina diasuh, dididik, dan dibesarkan oleh sang ayah secara langsung karena memang ibunya meninggal dunia semenjak dia masih belia. Darah perjuangan dan keberanian sang ayah mengalir deras ke sanubarinya. Kebenciannya terhadap kesewenang-wenangan penjajah Belanda menorehkan goresan luka mendalam pada dirinya. Apalagi sudah ribuan saudaranya menjadi korban kekejaman dan kerakusan bangsa dari Eropa itu.
Malam itu begitu sunyi. Angin berhembus lembut membelai daun-daun pepohonan. Terdengar sayup-sayup suara jangkrik bersahut-sahutan. Semua orang di Istana Kerajaan Siliwangi terlelap dalam tidur masing-masing. Malam itu, Nyai Rarasantang, putri Prabu Siliwangi, dalam tidurnya bermimpi berjumpa dengan seseorang yang begitu agung. Sosok itu mengenalkan dirinya bernama Nabi Muhammad SAW. Ia datang dalam mimpinya untuk mengajarkan Islam. Beberapa saat kemudian, Nyai Rarasantang terbangun dan cukup kaget, siapakah Nabi Muhammad SAW yang belum pernah ia kenal itu. Wajahnya sangat berwibawa dan caranya menerangkan Islam sungguh mempesona. Tidak hanya malam itu, mimpi itu juga dialaminya di tiga malam berikutnya secara berturut-turut. Nyai Rarasantang menceritakan mimpinya itu kepada kakaknya bernama Raden Walangsungsang. Sungguh mengejutkan, keduanya mengalami mimpi yang sama, yakni berjumpa dengan sosok mulia itu, Nabi Muhammad SAW. Keduanya pun semakin penasaran untuk lebih menge...
Hai, ini adalah komentar,
BalasHapusUntuk menghapus komentar, silakan login dan lihat komentar pada postingan, disitu Anda dapat mengedit atau menghapusnya.