Jumlah buku sangat banyak. Tidak mungkin seluruh buku yang ada di jagad raya ini kita baca semua. Sebab kemampuan tenaga dan waktu kita terbatas. Untuk itu, harus ada skala prioritas bacaan. Buku mana yang harus dibaca terlebih dahulu. Dr. Raghib Assirjani, dalam bukunya berjudul “Alqira’ah Manhajul Hayah” sudah memberikan panduan, bagaimana seharusnya menentukan prioritas bacaan buku. Beliau merumuskan 10 bacaan utama bagi seorang Muslim berikut ini. Pertama, bacalah Al-Qur’an Al-Karim. Seorang ulama pernah berkata, “Wajib bagi seorang Muslim untuk bersungguh-sungguh dalam mengkhatamkan Al Qur’an sebulan sekali atau kurang dari satu bulan.” Kedua, bacalah Hadits Nabi. Bagi seorang Muslim, hadits merupakan sumber hukum yang kedua setelah Al-Qur’an. Mungkin banyak di antara kita yang giat membaca Al-Qur’an. Namun sangat sedikit sekali dari umat Islam yang secara rutin membaca hadits Nabi. Padahal di dalamnya terdapat faidah yang besar. Kata Dr. Raghib Assirjani, kita dapat ...
Salah satu gelar yang diberikan kepada Yesus adalah Anak Allah. Pada masa Yesus, gelar anak Allah ini tidak memberikan arti dan konotasi bahwa Yasus adalah anaknya Allah, orang-orang Yahudi dan Israel sangat paham bahwa istilah anak Allah adalah simbolik belaka, mereka memahami seseorang dengan gelar anak Allah, berarti ia adalah orang yang sangat diperhatikan Allah, dibimbing secara langsung, diunggulkan dari manusia lain, diberi wahyu atau pendek kata Anak Allah adalah hamba pilihan Allah. Tetapi 40 tahun setelah wafatnya Yesus, yaitu ketika agama Kristen lahir dan mulai dianut oleh orang-orang penyembah berhala maka gelar anak Allah tersebut mulai bergeser maknanya, yang semula berarti hamba Allah kini mulai menjadi bermakna trinitas, yaitu Yesus sebagai Tuhan karena dia adalah Anak Allah.
Jejak-jejak telapak kaki itu membekas di pesisir pantai Nusa Laut Maluku. Seorang anak perempuan tengah berlari dengan riang gembira. Rambutnya terurai panjang dengan ikat merah di kepalanya. Namanya Martha Christina Tiahahu. Senyum mengembang di bibirnya. Dia berlari semakin mendekat lalu berhasil memeluk sang ayah, Kapitan Paulus Tiahahu, yang baru saja kembali dari perjalanannya. Dia sangat senang dan bangga mempunyai ayah sepertinya, seorang pejuang tangguh yang gagah berani dalam melawan kekejaman kolonial Belanda pada tahun 1800-an. Martha Christina diasuh, dididik, dan dibesarkan oleh sang ayah secara langsung karena memang ibunya meninggal dunia semenjak dia masih belia. Darah perjuangan dan keberanian sang ayah mengalir deras ke sanubarinya. Kebenciannya terhadap kesewenang-wenangan penjajah Belanda menorehkan goresan luka mendalam pada dirinya. Apalagi sudah ribuan saudaranya menjadi korban kekejaman dan kerakusan bangsa dari Eropa itu.
Hai, ini adalah komentar,
BalasHapusUntuk menghapus komentar, silakan login dan lihat komentar pada postingan, disitu Anda dapat mengedit atau menghapusnya.